Dusun Korogan Timur

1

Dusun Korogan Timur merupakan salah satu dusun yang terletak di Desa Batokorogan. Diberi nama dusun Korogan timur karena terletak di bagian timur desa Batokorogan. Berdasarkan wawancara dengan bapak Tomos selaku kepala dusun dari Korogan timur, jumlah warga dusun Korogan Timur kurang lebih 400 jiwa dengan 150 kepala keluarga. Mayoritas warga dusun Korogan timur memiliki mata pencaharian sebagai Petani. Di musim penghujan lahan pertanian ditanami dengan tanaman padi sedangkan di musim kemarau ditanami dengan tanaman jagung dan kacang. Menurut wawancara dari beberapa warga, hasil dari pertanian padi tidak dijual melainkan hanya di konsumsi sendiri. Selain itu, beberapa warga dusun Korogan Timur bermata pencaharian sebagai Pembuat Tikar dari daun Ta’al atau siwalan. Mayoritas aktivitas sehari-hari warga dusun Korogan Timur yaitu mencari rumput untuk pakan sapi dan kambing dari pagi hingga sore. Pada malam hari, anak-anak di dusun Korogan Timur memiliki kegiatan mengaji di Masjid. ibu-ibu Korogan Timur memiliki kegiatan pengajian rutin yang dilaksanakan setiap hari rabu secara bergiliran dari rumah kerumah.

IMG_2448

Pohon siwalan merupakan salah satu tanaman yang tumbuh dengan baik di dusun Korogan Timur. Pemanfaatan pohon siwalan di dusun Korogan Timur yaitu hanya sebatas pada bagian daunnya. Warga dusun korogan timur memanfaatkan daun siwalan untuk kerajinan tikar. Menurut hasil wawancara yang dilakukan pada seorang pengrajin tikar di dusun Korogan Timur, produksi tikar hanya dilakukan saat ada pemesanan dari konsumen. Konsumen tikar Korogan Timur bukan hanya berasal dari daerah Bangkalan  saja, tetapi juga dari luar kabupaten Bangkalan seperti Pamekasan dan Sampang. Seorang pengrajin tikar dapat menghasilkan 20 tikar dalam satu hari dengan ukuran 2x3 meter. Kendala dalam memproduksi tikar yaitu tergantung pada musim–musim tertentu. Produksi tikar dipengaruhi oleh musim. Pada musim panas hasil produksi nya  lebih banyak dari pada musim penghujan, karena pada musim penghujan daun siwalan memerlukan waktu yang cukup lama untuk pengeringan sehingga menghambat proses produksi tikar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar